Pesantren terbaik di Indonesia sangat banyak. Gontor, Sidogiri, Langitan, Darunnajah merupakan beberapa pesantren terbaik di Indonesia. Namun kali ini kami akan mengulas tentang Darul Hikam sebagai pesantren alternatif yang menyimpan banyak keunikan dan keunggulan.
Pesantren Tahfidz Quran Darul Hikam Jawa Timur
Pesantren ini terletak di Mojokerto, Tambaksuruh, Kecamatan Puri Mojokerto. Sekitar sepuluh hingga lima belas menit dari terminal Mojokerto. Sehingga mudah dijangkau.
Secara geografis pesantren ini berada di tempat yang tepat. Mojokerto adalah kota wisata kedua di Jawa Timur selain Batu Malang. Sehingga suasana desa begitu kental dan udara tidak panas. Ke arah selatan sedikit sudah masuk wilayah pegunungan Pacet.
Saya berkesempatan datang ke pesantren ini dan bertemu pimpinan pondoknya, KH. Masruhan Choteb. Beliau adalah imam masjid besar di Singapura dan seorang hafidz Quran. Pembawaannya begitu baik, dan ramah, jauh dari kesan yang sangat serius.
Saya diskusi hingga dua jam. Yang paling saya tanyakan adalah apa yang menjadi istimewa di pesantren tahfidz Quran Darul Hikam.

Kelebihan Pesantren Tahfidz di Mojokerto
Menurut laki-laki kelahiran Nganjuk ini, pesantren tahfidz Quran Darul Hikam sangat menekankan kepada pendampingan akhlaq siswa. Dengan kata lain, siswa tidak hanya sebatas menghafal saja, tapi juga mengamalkan apa yang terkandung dalam al Quran.
Saya tanya kembali, caranya bagaimana.
Pertama sebelum mulai menghafal, setiap santri akan dibina dalam bacaan al Quran. Tahsin, atau perbaikan terlebih dahulu. Perbaikan ini dilakukan sembari melakukan banyak ibadah. Ibadah inilah yang nantinya menjadikan santri lebih memahami secara naluri bahwa al Quran harus diamalkan.
Waktu saya keliling, dzikir di pesantren ini cukup lama. Saya berkesempatan magrib hingga selepas isya. Namun yang paling rutin justru di waktu subuh, untuk dzikir memakan waktu hingga 30 menit.

Hukuman Unik di Pesantren Darul Hikam
Kebetulan ketika shalat saya menemukan hal yang unik. Ketika itu beberapa santri terlambat masuk masjid, dan beberapa memiliki kesalahan. Pengasuh pesantren, KH. Masruhan Choteb selepas shalat memanggil anak-anak yang melanggar tersebut. Masing-masing diminta shalat sunnah hingga belasan rakaat. Didampingi sembari beliau berdzikir.
Cukup lama, kyai terus mengawasi. Selepas shalat saya bertanya, mengapa hukumannya demikian?
Mengenakan kopyah putih, Abah Ruhan, begitu sering disapa, menyampaikan, “Shalat itu mencegah kemungkinan. Semoga salah satu rakaatnya bisa mempengaruhi perilaku mereka agar menjadi lebih shaleh. Karena sifat seseorang hanya Allah yang memberikan perubahan. Kita hanya bisa ikhtiar”.
Ini yang saya tidak temukan di pesantren lain. Filosofi menghukum bukan membuat jera, tapi agar Allah memperbaiki sifatnya.

Pesantren Tahfidz Quran Putri Eksklusif
Pesantren ini memiliki salah satu fokus pada pesantren tahfidz Quran putri. Menurut saya, pesantren tahfidz putri Darul Hikam lebih cocok disebut boarding school. Secara fasilitas cukup mumpuni, memiliki kamar dengan pendingin ruangan. Ranjang tingkat yang rapi. Kamar yang luas, dan kamar mandi di dalam.
Artinya masalah fasilitas sudah selesai, tidak perlu diragukan lagi. Saya lebih senang menyoroti aspek pola tahfidz Quran yang ada di pesantren ini. Tahfidz di pesantren ini menurut saya berbeda dengan pesantren tahfidz Quran pada umumnya.
Pesantren tahfidz Quran melalui metode musyafah bit talqin. Metode ini difungsikan di awal-awal menghafal. Guru melafadzkan beberapa, santri akan mengikuti. Semakin lama tidak terasa bahwa yang dilakukannya adalah menghafal.
Cara demikian juga membuat santri dekat dengan al Quran, membiasakan di lidah. Bahkan saya bertanya ke tiga santriwati, rata-rata mereka sudah seperti anak yang menyukai Quran.
Saya teringat Kyai menyampaikan, “Sampai mereka merasa al Quran itu adalah bagian tertinggi dari hidup yang mereka miliki.”

Satu Hari Hafal Satu Halaman
Kecintaan ini ditanam begitu dalam pada santri. Hasilnya, mereka suka menghafal di luar jam yang saya tentukan. Sebelum subuh mereka mulai menghafal kembali, padahal waktu itu diperuntukkan untuk istirahat. Sebabnya mereka sudah suka dengan kegiatan menghafal.
Ketika saya tanyakan, rata-rata satu hari mereka mampu menghafal satu halaman. Artinya dalam waktu dua tahun, mereka sudah mampu menghafal al Quran. Sudah cukup bagus.
Dalam sudut pandang saya, salah satu faktornya adalah kehadiran KH. Masruhan Choteb yang langsung mendampingi hafalan santriwati. Sembari setor hafalan, setiap santri sering dinasehati. Saya tanyakan, “Apa nasehat yang paling diingat?”
“Menghafal Quran jangan buru-buru. Sabar, karena sesungguhnya hafalan Quran harus ditanam perlahan-lahan.”

Pendidikan Formal di Darul Hikam Mojokerto
Pendidikan formal di pesantren tahfidz Quran Darul Hikam juga cukup baik. Santriwati akan mendapatkan pendidikan formal pada pelajaran khusus IPS atau IPA. Tidak pendidikan yang lainnya.
Dengan pola demikian pesantren tahfidz Quran Darul Hikam tetap menjaga suasana kondusif santriwati dalam menghafal al Quran. Apalagi waktu menghafal Quran hanya sekitar 2-4 tahun. Tergantung masing-masing santriwati.
Yang istimewa, ada ekstrakurikuler robotik. Pesantren ini pernah menjuarai robotik tingkat Asia di Jepang pada tahun 2017. Artinya pendidikan formal di pesantren ini tetap menjadi prioritas utama tanpa mengganggu kegiatan tahfidz Quran.
Pada akhirnya saya menyimpulkan, untuk pondok pesantren tahfidz Quran khusus putri, pesantren ini adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. Jika ingin mendaftar, hub 0811-3520-100. Akan ada ustadzah yang melayani dengan ramah.
Setahu saya uang pendaftaran sebesar Rp. 30.000.000,- sedangkan untuk bulanan sekitar Rp. 2.500.000,-


